Sejarah Lahirnya Pancasila & Tokoh yang Berperan di Dalamnya

Posted on

Sejarah Lahirnya Pancasila. – Kalian tentu tahu dong dasar negara Indonesia? Iya, dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Mengamalkan nila-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari tentu menjadi kewajiban kita sebagaiwarga negara ya.

Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia lahir atas kerja keras dan semangat para tokoh nasional Indonesia. Sebagai ideologi negara, pancasila memegang peranan penting dalam mengatur kehidupan berbangsadan bernegara.

Tapi, buddies tahu gak sih bagaimana sejarah pancasila tercipta dan peristiwa penting yang mengiringi penetapannya sebagai dasar negara? Agar kalian lebih mengenal dan menjiwai nilai-nilai pancasila kita simak penjelasan sejarah lahirnya pancasila berikut ini yuk!

1. Latar Belakang Sejarah

burung garuda
image by: genmuda.com

Membahas tentang sejarah pancasila tentu tidak lepas dari sejarah bangsa Indonesia.Nilai-nilai yang ada dalam pancasila sebenarnya sudah ada dan tumbuh dalam kehidupan rakyat Indonesia.

Mulai dari kemajemukan, semangat gotong royong,hingga toleransi antar umat beragama merupakan nilai-nilai yang sudah dijunjung masyarakat Indonesia sejak dulu.

Menengok dari sejarah, tumbuhnya nilai-nilai tersebut dipengaruhi oleh penyebaran agama di nusantara. Tidak dapat dipungkiri bahwa agama memberikan pengaruh terhadap religiusitas masyarakat serta mengubah pandangan hidup mereka.

Penyebaran agama di nusantara dimulai dengan masuknya agama Hindu pada sekitar abad ke 7. Masuknya agama Hindu dapat dilihat dari peninggalan sejarah berupa candi-candi yang ada diIndonesia saat ini.

Agama kedua yang masuk dan memengaruhi cara pandangmasyarakat Indonesia adalah agama Budha yang diajarkan oleh Sidharta Gautama.

Bentuk peninggalan kedua agama tersebut terlihat dari akulturasi budaya dalam tradisijawa seperti tradisi tabur bunga di makam, penghormatan kepada leluhur, dan sesaji.

Selain dalam tradisi, pengaruh Hindu-Budha dapat dilihat dari bidang politik kala itu. Keberadaan kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Budha adalah bukti nyatanya. Kerajaan-kerajaan tersebut misalnya kerajaan Mataram,Singasari, Majapahit, Kutai, dan Sriwijaya.

Selanjutnya, pengaruh kehidupan masyarakat Indonesia datang dari penyebaran agama Islam di nusantara. Beberapa sumber memiliki pendapat yang berbeda tentang kapan Islam masuk ke Indonesia. Akan tetapi sekitar abad 13 pemeluk agama Islam sudah ada di berbagai daerah di Indonesia.

Masuknya berbagai agama di Indonesia sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Buktinya dapat dilihat dari sistem sosial-ekonomi masyarakat yang berlangsung kala itu.

Aktivitas perdagangan yang berlangsung di pelabuhan memunculkan adanya komunikasi antar pedagang dari berbagai negara. Perbedaan suku, kepercayaan, adat, maupun kebiasaan sudah menghiasi aktivitas perdagangan mereka.

Adanya kemajemukan itulah yang menumbuhkan toleransi dan keterbukaan pada masyarakat Indonesia.

Nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia itulah yang menjadi dasar diciptakannya Pancasila. Hal ini sejalan dengan kausa materialis Pancasila, yaitu bahwa asal dari nilai-nilai pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri.

Unsur-unsur tersebut digali dari adat istiadat, kepercayaan dan toleransi yang tumbuh dalam diri bangsa Indonesia.

2. Sejarah Lahirnya Pancasila

Pancasila yang saat ini digunakan sebagai dasar negara Indonesia, lahir dari keinginan masyarakat untuk merdeka.

Para tokoh nasional kala itu, terus berjuang menuntut kemerdekaan kepada Jepang. Karena terus didesak, akhirnya Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Janji tersebut diwujudkan dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang Dokuritsu Zyunbi Tjoosakai. BPUPKI ini diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat. Dibentuknya BPUPKI sebenarnya adalah strategi politik Jepang agar terus mendapat dukungan dari Indonesia.

Kalian tahu nggak, kenapa hari lahir pancasila ditetapkan pada tanggal 1 Juni? Hal ini dikarenakan pada tanggal 1 Juni Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya pada rapat pertama BPUPKI. Pidato tersebut berjudul “Lahirnya Pancasila”. Inilah yang menjadi dasar ditetapkannya peringatan Hari Lahir Pancasila.

Selanjutnya, kita bahas tentang siapa saja tokoh yang memberikan usulan tentang dasar negara Indonesia yuk.

Pada tanggal 29Mei 1945 Mr. Muh Yamin menyampaikan usulan dasar negara dalam pidatonya. Garis besar usulan tersebut dapat diringkas dalam lima poin berikut:

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat

Usulan kedua datang dari Mr. Soepomo yang beliau sampaikan dalam sidang BPUPKI tanggal 31Mei 1945. Mr. Soepomo merupakan seorang ahli hukum yang sangat cerdas. Dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa pembentukan negara harus didasarkan pada cita-cita negara itu sendiri.

Pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mendapat kesempatan untuk menyampaikan usulan dasar negara. Usulan tersebut berisi:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, dalam pidatonya Ir. Soekarnojuga mengungkapkan kritik terhadap BPUKI dengan mengatakan “kalau benar semua ini harus diselesaikan terlebih dahulu, sampai njlimet, maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, tuan tidak akan mengalami Indonesia Merdeka,  kita semua tidak akan mengalami Indonesia Merdeka”

Kritik tersebut ia sampaikan sebagai bentuk protes atas ungkapan pihak Gunseikan yang mengatakan bahwa “kemerdekaan diibaratkan seperti membangun gedung. Untuk membangun gedung dibutuhkan pondasi yang kuat dan kokoh. Sebelum pondasitersebut diwujudkan, maka diperlukan sebuah rancangan yang sempurna”.

KAMU HARUS TAHU!

Kamu harus tahu tentang sejarah lahirnya pancasila, bahwasannya Pancasila dicetuskan oleh Ir. Soekarno saat beliau diasingkan di Ende, Flores. Beliau mengungkapkan bahwa gagasan tersebut ia peroleh saat merenung di bawah pohon sukun.

Karena adanya beberapa usulan yang digagas oleh para tokoh mengenai dasar negara, dibentuklah panitia kecil yang bertugas menampung usulan-usulan tersebut. Panitia tersebut beranggotakan:

  1. Soekarno
  2. Moh Hatta
  3. Sutardjo
  4. H. Wachid Hasyim
  5. Ki Bagus Hadikoesoemo
  6. Oto Iskandardinata
  7. Yamin
  8. A.A. Maramis

Sayangnya, panitia kecil yang dibentuk tersebut tidak menghasilkan kesepakatan nih buddies. Terdapat perbedaan antara anggota mengenai pemisahan negara dan agama. Solusi dari permasalahan tersebut dibentuklah panitia sembilan yang terdiri dari tokoh nasionalis yaitu:

  1. Soekarno (Ketua)
  2. Moh Yamin
  3. H Wachid Hasyim
  4. Moh. Hatta
  5. H. Abdul Kahar Moezakir
  6. Maramis
  7. Soebardjo
  8. Abikusno Tjokrosujoso
  9. Agus Salim

Panitia Sembilan tersebutlah yang akhirnya mencetuskan dasar negara yang dimuat dalam mukaddimah dasar negara. Selanjutnya, Muh. Yamin mempopulerkan mukaddimah tersebut dengan nama Piagam Jakarta. Berikut ini adalah isinya:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Akan tetapi, oleh beberapa pihak isi dari Piagam Jakarta tersebut dianggap tidak sesuai dengan kemajemukan bangsa Indonesia. Hal inilah yang memunculkan adanya ketidaksetujuan para tokoh dari Indonesia bagian timur.

Indonesia yang didiami oleh orang-orang dengan agama yang berbeda tentu tidak sesuai dengan piagam Jakarta yang hanya menekankan pada pemeluk agama Islam. Oleh karena itu, diubahlah sila pertama tersebut menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa seperti yang ada dalam Pancasila yang kita kenal hari ini.

KAMU HARUS TAHU!

GEDUNG VOLKSRAAD

gedung pancasila

Gedung ini adalah gedung yang digunakan sidang BPUPKI pada 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945 dan sidang kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Dulu, gedung ini adalah bekas rumah panglima yang oleh pemerintah Belanda digunakan sebagai tempat rapat Dewan Perwakilan Rakyat (Volksraad) Gedung ini sekarang dikenal dengan Gedung Pancasila.

Gimana nih buddies, sekarang kalian jadi tahu sejarah lahirnya pancasila dan perjuangan para tokoh untuk melahirkan dasar negara Indonesia kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *