program java
sumber gambar: https://cdn-images-1.medium.com

Ini Dia Asal Mula Ditemukannya Kopi

Posted on

Jenis Kopi dan Sejarah Masuknya Kopi di Indonesia

Siapa sih yang tidak suka dengan kopi? minuman sejuta umat ini hampir disukai semua kalangan, dari yang tua sampai yang muda.

sejarah kopi, asal usul kopi, asal mula adanya kopi
image source: pinterest.co.kr

Berasal dari biji kopi yang kemudian disangrai, sudah coba mencium bau kopi saat baru selesai disangrai? Kalau kamu penasaran mungkin bisa sesekali kamu tanya ke mereka-mereka yang kecanduan mencium bau kopi. 😀

Jenis kopi yang sudah dikenal banyak orang ada dua jenis, yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Sebenarnya masih ada jenis kopi lain seperti Liberica hingga Excelsa.

Dari jenis-jenis , Arabica dan Robusta adalah dua di antara jenis kopi yang sudah familiar di telinga orang indonesia dan digunakan di sebagian besar caffee atau warung kopi di dekat rumah yang sering buat nongkrong bapak-bapak, hehe. Nah apa sih perbedaan di antara keduanya?

Perbedaan Kopi Robusta dan Kopi Arabika

1. Kopi Arabika

Kopi arabika memiliki bentuk biji yang sedikit lebih panjang kurang lebih sekitar 0,8%-1,4% lebih besar dari kopi robusta. Jenis kopi ini juga memiliki kandungan kafein yang lebih rendah.

Dengan kandungan kafein yang rendah, jenis kopi ini memiliki kadar rasa pahit yang bisa dibilang rendah, namun memiliki rasa yang lebih asam yang lebih tinggi.

Kopi jenis ini tumbuh di dataran-dataran tinggi kurang lebih 1000-2000 meter di atas permukaan laut  yang memiliki suhu kurang lebih 14-16 derajat celcius seperti di daerah pegunungan.

Kopi ini memiliki aroma khas buah-buahan, sebagian memiliki aroma seperti kacang-kacangan. Rasanya yang lebih halus dan kompleks, tak heran jika jenis kopi ini memiliki harga pasaran yang  lebih mahal dibandingkan harga jenis kopi lain.

Jenis-jenis kopi Arabica yang cukup familiar di indonesia antara lain: kopi Gayo, kopi Toraja, Wamena, ada juga kopi Flores dan kopi Bali. (Wah banyak juga ya sob. 😀 )

Kopi Arabica sendiri kini menguasai pasar kopi seluruh dunia sebesar 70% (wiihhh keren :D). Negara-negara yang mengembangkan jenis kopi ini antara lain Brazil dan Etiopia. Kopi jenis ini pun rasanya beda-beda, tergantung di daerah mana tempat kita menanamnya, makanya jangan kaget kalau nanti kamu ngopi di Brazil tapi rasanya berbeda dengan rasa kopi yang ada di Indonesia ya sob. 😀

2. Kopi Robusta

Nah, untuk jenis kopi Robusta sendiri memiliki bentuk biji kopi yang lebih bulat. Kopi jenis ini bisa ditanam di dataran yang lebih rendah dari kopi Arabica, yakni pada ketinggian di bawah 1000 meter permukaan laut dengan suhu udara sekitar 24 hingga 30 derajat Celcius. Tanaman jenis kopi ini juga diketahui lebih tahan penyakit.

Kopi Robusta ini memiliki tingkat kafein yang lebih tinggi, yakni antara 1,7 sampai 4%, sehingga memiliki rasa kopi yang lebih pahit namun memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah. Harga kopi robusta lebih rendah karena rasa kopi ini bisa dibilang Standar, namun adaa juga jenis kopi Robusta yang enak, namun masih sulit untuk ditemukan.

 

perbedaan kopi arabika dan robusta
image source: cuorespresso.com

Sejarah Ditemukannya Kopi

Kata “kopi” berasal dari bahasa arab قهوة yang mengandung arti kekuatan. Dulu kopi digunakan sebagai minuman penambah energi, terutama untuk kaum muslim supaya mereka tetap terjaga saat beribadah di malam hari.

Kopi pertama kali ditemukan oleh bangsa Ethiopia Abyssinia di wilayah Eropa pada abad ke 9 masehi. Salah satu legenda yang cukup terkenal dari sejarah kopi adalah cerita Kaldi dan Kambingnya si penemu biji kopi. 

Sejarah ditemukannya kopi
image source: coffeecrossroads.com

Cerita sejarah ditemukannya kopi tersebut bermula saat Kaldi mendapati Kambingnya terlihat sangat berenergi setelah memakan semacam biji-bijian, karena Kaldi penasaran akhirnya dia pun mencoba memakan biji tersebut, dan dia pun merasakan seperti apa yang kambingnya rasakan, bak benih-benih cinta bertaburan di hati, hehe. Sejak saat itulah kopi mulai dikenal masyarakat.

Dahulu bangsa Etiopia mengkonsumsi kopi sebagai makanan sehat yang dicampur lemak dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh.

Pada abad kedua, barulah pedagang dari arab membawa kopi dari Etiopia ke Yaman, di sini akhirnya cara menikmati kopi dibuat lebih modern seperti yang kita lihat sekarang ini dengan cara biji kopi yang sudah dihaluskan diseduh dengan air.

Kopi semakin populer di jaman pemerintahan Turky Utsmani dan menjamur di konstatinopel. Bahkan kedai kopi pertama di dunia ada di sana dengan nama Kiva Han, kedai tersebut didirikan pada tahun 1475.

Sejarah Kopi di Indonesia

Dahulu kala Indonesia pernah menjadi produsen kopi terbesar di dunia dan menguasai pasar kopi dunia dengan kopi andalannya yakni Kopi Jawa.

Dahulu kala pada zaman VOC, Indonesia menjadi produsen kopi terbesar di dunia, yakni pada saat Wali Kota Amsterdam Nicholas Witsen memerintahkan komandan VOC di Pantai Malabar, Adrian van Ommen untuk membawa bibit kopi ke Jakarta dan ditamam khususnya di wilayah jawa.

Berikut ini sejarah Kopi Jawa yang saya kutip dari wikipedia:

Pada tahun 1696 Wali Kota Amsterdam Nicholas Witsen memerintahkan komandan VOC di Pantai Malabar, Adrian van Ommen untuk membawa bibit kopi ke Batavia atau sekarang yang disebut Jakarta.

Bibit kopi tersebut diujicoba pertama di lahan pribadi Gubernur-Jendral VOC Willem van Outhoorn di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Panenan pertama kopi Jawa, hasil perkebunan di Pondok Kopi langsung dikirim ke Hortus Botanicus Amsterdam. Kalangan biolog di Hortus Botanicus Amsterdam kagum akan mutu kopi Jawa.

Menurut mereka mutu dan cita rasa kopi Jawa itu melampaui kopi yang pernah mereka ketahui. Para ilmuwan segera mengirim contoh kopi Jawa ke berbagai kebun raya di Eropa. Kebun Raya Kerajaan milik Louis XIV salah satunya yang menerima contoh kopi Jawa.

Orang-orang Prancis segera memperbanyak contoh kiriman dan mengirimkannya ke tanah jajahan mereka untuk dibudidayakan, termasuk Amerika Tengah dan Selatan. Akhirnya dunia mengakui cita rasa yang mantap dan aromanya yang khas menjadi daya tarik Kopi Jawa.

Perdagangan kopi sangat menguntungkan VOC, tetapi tidak bagi petani kopi di Indonesia saat itu karena diterapkannya sistem cultivation. Seiring berjalannya waktu, istilah a Cup of Java muncul di dunia barat, hal ini mengesankan kopi Indonesia identik dengan Kopi Jawa, meskipun masih terdapat kopi nikmat lainnya seperti kopi Sumatera dan kopi Sulawesi.

sejarah kopi jawa
sumber gambar: geektuts.net

Nah, kamu mungkin pernah melihat logo program java, kenapa sih logonya kopi dan kenapa pula namanya java? Jawabannya adalah karena dulu kopi jawa sangat terkenal dan digemari seluruh dunia, sehingga pembuat program java sendiri terinspirasi dari kopi jawa. Begitulah ceritanya kenapa logo program java bergambar kopi.

program java
sumber gambar: cdn-images-1.medium.com

Nah, itu dia informasi tentang Sejarah Masuknya Kopi ke Indonesia dan beberapa Jenis Kopi yang ada di Indonesia.

Hingga sampai saat ini kopi masih menjadi minuman favorit semua kalangan. Apakah kamu juga termasuk?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *