Pengertian Sejarah Sebagai Ilmu, Kisah, Peristiwa & Seni

Posted on

Pengertian Sejarah

pengertian sejarah

Pengertian Sejarah. – Sejarah adalah ilmu pengetahuan. Sebagai ilmu pengetahuan, sejarah merupakan gambaran peristiwa yang terjadi pada masa lampau, disusun secara ilmiah, diberi tafsiran, dan dianalisis sehingga mudah dipahami. Sebelum sampai konsep tersebut perlu dipahami bahwa pengetahuan dan ilmu pengetahuan adalah dua hal yang berbeda. Untuk dapat memahami perbedaannya, perhatikan ilustrasi berikut ini:

Sebagian orang mengetahui bahwa Balikpapan adalah salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur. Kota ini didiami oleh orang-orang dengan agama, suku, dan adat istiadat yang berbeda serta merupakan kota yang memiliki sumber minyak kedua yang pernah jatuh ke tangan tentara Jepang.

Penjelasan di atas disebut pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh baik melalui bacaan, menonton televisi, atau secara langsung berkunjung ke sana.

Segala sesuatu yang kita ketahui melalui pancaindra disebut pengetahuan. Akan tetapi, pengetahuan seringkali diragukan karena sifatnya yang tidak ilmiah dan didapatkan tanpa berpikir panjang.

Keraguan terhadap pengetahuan inilah yang melahirkan adanya ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dihasilkan melalui proses yang sistematis dengan mengikuti kaidah maupun aturan tertentu, dapat dipercaya, akurat, objektif, sahih, dapat digeneralisir, serta dapat memprediksi.

Sejarah sebagai Ilmu

rak buku

Setiap ilmu pengetahuan memiliki seperangkat aturan dan petunjuk yang membantu ketepatan hasilnya. Lantas, apa ciri sejarah sebagai ilmu? Tidak semua ciri yang ada dalam ilmu pengetahuan adalah ciri sejarah sebagai ilmu. Menurut Kuntowijoyo (Hapsari, 2103: 10-11) menjelaskan bahwa ciri-ciri sejarah sebagai ilmu adalah sebagai berikut:

Sejarah itu Mempunyai Objek

Objek kajian ilmu sejarah adalah kehidupan manusia yang terjadi pada masa lampau dengan berbagai dimensi dan coraknya. Karena objeknya manusia, bukan benda-benda sebagaimana pada ilmu alam, sejarah biasanya dimasukkan dalam ilmu kemanusiaan (humaniora).

Objek sejarah juga adalah waktu. Jadi, sejarah memiliki objek sendiri yang tidak dimiliki ilmu lain secara khusus. Kalau fisika membicarakan waktu fisik, sejarah membicarakan waktu masa lampau.

Sejarah itu Empiris

Sejarah itu empiris, artinya sejarah bersumber pada pengalaman manusia baik melalui pengalaman indrawi ataupun pengalaman batiniah. Pengalaman tersebut disimpan dalam bentuk dokumen baik tertulis maupun tidak tertulis.

Sejarah sebagai ilmu empiris selalu mengandalkan bukti-bukti baik berupa catatan tertulis tentang sebuah peristiwa (misalnya prasasti, kronik, dan lain-lain) maupun bukti tidak tertulis berupa folklor yang berkembang dalam masyarakat, artefak, fosil, candi, dan lain-lain. Melalui dokumen-dokumen itulah sejarawan melakukan penelitian untuk menemukan fakta.

Dari sinilah dapat dilihat perbedaan antara sejarah dan ilmu-ilmu alam yaitu terletak pada objek kajiannya. Ilmu alam mengamati benda-benda, sedangkan sejarah mengamati manusia. Dapat dikatakan bahwa kalau ilmu alam itu menghasilkan hukum alam yang berlaku umum dan pasti, sedangkan sejarah menghasilkan generalisasi yang tidak sepasti ilmu-ilmu alam.

Sejarah Mempunyai Metode

Untuk membuktikan fakta, sejarawan meniliti dokumen sejarah. Dalam melakukan penelitian, sejarawan menggunakan metode sejarah yang berfungsi sebagai panduan penelitian. Metode ini terdiri dari lima tahap yang berkelanjutan yaitu pemilihan topic, pengumpulan data (heuristik), pengujian atau pemeriksaan kebenaran data (verifikasi), penafsiran (interpretasi), dan penulisan sejarah (historiografi).

Sejarah Mempunyai Generalisasi

Generalisasi berarti suatu kesimpulan yang bersifat umum atau menyeluruh terhadap suatu gejala atau informasi berdasarkan fakta atau data yang ada.

Secara umum, generalisasi memiliki dua tujuan, yaitu santifikasi dan simplikasi. Pembuatan kesimpulan umum terhadap suatu objek yang diteliti merupakan bagian yang melekat dari ilmu pengetahuan. Tujuan simplifikasi dalam generalisasi adalah untuk menyederhanakan suatu peristiwa sejarah yang kompleks.

Sejarah sebagai Peristiwa

Selain konsep sejarah sebagai ilmu, terdapat pula konsep yang lain yaitu sejarah sebagai peristiwa. Sejarah sebagai peristiwa memiliki sifat objektif dan unik. Objektif berarti sejarah sebagaimana terjadi (histoire realite). Adapun unik artinya peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali (einmaligh), tidak terulang lagi. Sekalipun sejarah hanya terjadi satu kali, kemiripan pola peristiwa mungkin saja dapat terjadi antara peristiwa sebelumnya dengan peristiwa yang lainnya.

Peristiwa yang telah terjadi di masa lalu dapat dikatakan sebagai peristiwa sejarah jika memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut:

Objektif

Sejarah harus memiliki syarat objektif, artinya peristiwa masa lalu dapat dikatan sejarah apabila didukung dengan fakta sejarah yang dapat menunjukkan bahwa peristiwa tersebut benar terjadi, bukan peristiwa rekaan atau hasil imajinasi.

Penting

Sejarah harus merupakan suatu peristiwa penting yaitu peristiwa yang memiliki dampak terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Fakta-fakta sejarah itu tidak hanya sekedar deretan angka, artefak, atau peristiwa, tetapi juga mengandung pelajaran-pelajaran tertentu bagi kehidupan manusia masa kini dan masa depan.

Sejarah sebagai Kisah

arloji klasik

Sebagian orang mengenal sejarah adalah sebuah kisah atau cerita. Hal itu tidaklah salah, karena hakikatnya sejarah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari adalah sejarah sebagai kisah atau cerita. Oleh karena itu, ada ungkapan “Sejarah tidak lain adalah cerita atau kisah”, “Tugas utama sejarawan adalah menceritakan cerita”, atau “Sejarah adalah cerita atau kisah tentang sesuatu yang terjadi”.

Akan tetapi, tidak semua cerita atau kisah dapat dikatakan sejarah. Sebuah cerita atau kisah dapat dikatakan sejarah apabila sudah melewati proses penelitian oleh sejarawan serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Cerita sejarah adalah cerita yang didasarkan pada fakta-fakta dan disusun dengan metode ilmiah, yang dimulai dengan mencari dan menemukan jejak sejarah, menguji jejak-jejak tersebut dengan metode kritik yang disebut kritik sejarah, menafsirkan atau menginterpretasikan fakta-fakta dan terakhir menulis hasil interpretasi tersebut menjadi sebuah kisah yang menarik.

Sejarah sebagai Seni

stonehenge

Sejarah sebagai seni berhubungan erat dengan cara penyampaian kisah sejarah dalam bentuk tulisan. Dalam penulisan sejarah memerlukan intuisi dan imajinasi, melibatkan emosi, serta menggunakan gaya bahasa yang khas. Imajinasi yang digunakan dalam penulisan sejarah bertujuan agar sejarah lebih hidup, menarik, dan bermakna. Akan tetapi, imajinasi digunakan tidak secara berlebihan dan bukan bermaksud untuk merubah fakta sejarah.

Dalam penulisan sejarah, sejarawan memerlukan intuisi atau ilham, yaitu pemahaman langsung dan anluri selama masa penelitian berlangsung. Selain itu, dalam melakukan penelitiannya seorang sejarawan harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang akan terjadi sesudah itu.

Sejarawan harus dapat terlibat secara emosional agar mampu memahami perasaan dari subjek penelitiannya. Tanpa memahami situasi dan kondisi para pelaku yang menjadi subjek dan yang terkait dengan peristiwa masa lampau yang ditelitinya, hasil penulisannya menjadi tidak bermakna.

Gaya bahasa, terutama melalui kemampuan menulis prosa yang baik, menjadi unsur yang penting karena sangat menentukan minat orang untuk membaca hasil penelitiannya. Gaya bahasa yang khas dan menarik iniliah yang juga akan membedakan hasil peneltian antara sejarawan yang satu dengan sejarawan yang lain.

Akan tetapi, penggunaan unsur keterlibatan emosi dan intuisi tidak boleh digunakan secara berlebihan. Hal ini untuk menghindari penulisan sejarah yang kurang ilmiah dan tidak sesuai fakta.

Nah, demikian pembahasan kita kali ini tentang pengertian sejarah, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *